Touring 2015 “Touring Edisi Bingung”

Agenda touring tahunan sudah menjadi jadwal rutin keluarga besar JLRC, terutama di hari libur sekolah, Sebagian besar peserta adalah keluarga. Di bulan Desember 2015, JLRC memutuskan untuk mengambil rute touring di seputaran Jawa Tengah. Mengingat persiapan ILRU (Indonesia Land Rover United) ke-3 yang akan dilaksanakan di Bali tahun 2016, maka rute pendek menjadi pilihan. Touring kali ini start  dari Jogja – Telaga Madirda, Karanganyar – Wonogiri – Wonosari – kembali ke Jogja.  Tema lucu jadi tag perjalanan JLRC yaitu “Touring EdisiBingung” dimulai tanggal 30 Desember 2014 sampai 2 Januari 2015. Melewati malam tahun baru di Jalan adalah salah satu khas dari komunitas asik ini.

Titik kumpul keberangkatan di PT.Kalimas AI. Rencana  start mulai pukul 00.00 WIB. Sekitar pukul 23.00 sudah mulai berdatangan beberapa unit Landy yang sudah siap dengan logistic masing – masing. Setelah semua dirasa lengkap, tak lupa doa bersama untuk kelancaran perjalanan akhir tahun 2015. Seperti biasa, satu per satu unit mengantri di SPBU untuk mengisi bahan bakar sebelum trabas aspal full. Yang masih kurang bekal bisa mampir di minimarket. Radio selalu standby dan mulai ramai dengan celoteh lucu khas JLRC, lumayan untuk mengusir kantuk. Double fungsilah, buat memudahkan komunikasi antar unit plus hiburan.

Meeting point pertama adalah Taman Wisata Sapta Tirta yang terletak di Pablengan, Matesih, Kabupaten Karanganyar . lokasi ini memiliki halaman parkir yang cukup untuk rest area. Sekitar pukul 02.30, 20 unit Landy sudah hadir di halaman parkir. Tanpa komando masing  –  masing sudah mempersiapkan tempat tidurnya agar badan kembali fit untuk melanjutkan perjalanan pagi hari.

Pukul 07.00 mesin mulai dibikin ‘hot’ sekalian cek radiator dan “cekeremes”nya. Jam  07.30 peserta  mulai bergerak, tujuan pagi itu adalah menuju rumah om Agus Lawu, salah satu anggota JLRC untuk bersilaturahmi, karena campsite hari kedua tidak jauh dari rumah Om Lawu yang masuk di lereng Gunung Lawu. Nah sekarang paham kan kenapa namanya Om Lawu? hehehe. Setelah cukup bersilaturahmi dan menikmati menu sarapan yang komplit ala pedesaan, kami berpamitan kepada tuan rumah untuk melanjutkan perjalanan. Setelah bergerak sekitar 500 meter dari rumah om Agus Lawu, di sepanjang jalan desa ada beberapa anak kecil yang sedang bermain mendadak heboh demi melihat rombongan  Land Rover yang menembus kebun-kebun sayur mereka. Suka cita kami tergambarkan lewat lambaian tangan driver, sorakan makin meriah ketika melintas di depan rumah mereka. Kurang lebih 20-30 menit perjalanan, sampailah JLRC di campsite hari kedua yaitu ,  TelagaMadirdo. Telaga ini memiliki tanah lapang  berumput hijau yang pas banget untuk camping dengan tambahan fasilitas kamar mandi yang lumayan terjangkau jaraknya dari lokasi ngecamp. Setelah semua peserta memilih tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda, seperti biasa Tawon JLRC mulai bermain bersama – sama.  Perahu karet muncul, pemiliknya tak lain dan tak bukan adalah om Sinchan. Keseruan itu makin meriah ketika perahu turun ke telaga, kemudian satu per satu Tawon bergantian menaiki perahu karet yang lumayan ukurannya. Nggak kebayang niupnya sekembung apa ya, Om Sinchan..qkqkqk.

  

Malam pun datang. Api unggun menyala. Selain sebagai penghangat tubuh lingkaran manusia terbentuk, obrolan – obrolan hangat keluarga besar JLRC cair dan mengalir. Ada juga perkenalan anggota baru JLRC beserta Tawonnya sambil menunggu tahun baru 2016. And.. happy new year 2016 everybee…

Pagi hari , 11 orang dari Tawon JLRC yang  berumur 13 tahun keatas siap tracking di bukit sebelah untuk menambah pengetahuan tentang cara tracking yang baik dan pemahaman akan tujuannya. Senior  juga memberikan pengarahan dan pendampingan kepada para Tawon agar selamat di jalan dan sampai tujuan. Waktu tempuh sekitar 3-4 jam dengan medan yang cukup berat. Setelah selesai dan sarapan, masing – masing unit Landy mulai packing dan siap melanjutkan perjalanan. Tradisi yang tak mungkin terlewat, foto bersama untuk dokumentasi dan arsip.and keep rolling.. rolling on wheel.   Destinasi berikutnya adalah Wonogiri. Sembari menunggu beberapa unit beranjak dari campsite, kegiatan isi bahan bakar menjadi ritual wajib awal perjalanan. Setelah  semua line up, sweeper meminta marshall untuk bergerak. Medan yang dilewati berupa jalan turunan sebagian makadam dan bagian lain jalan cor. Lumayan licin karena jalan berlumut, maka sangat disarankan untuk memakai low ketika melewatinya dan jangan keseringan injak rem. Perjalanan dari Telaga Merdido ke Wonogiri ditempuh selama 5 jam dengan speed santai, melewati jalur alternative. Kenapa? Karena mengingat saat itu peak season dan jalan padat, banyak orang liburan maka jalan utama sangat tidak disarankan. Pukul 18.30 rombongan sampai di Wonogiri dan akan beristirahat di sebuah kantor kelurahan. Tidak perlu repot mendirikan tenda untuk beristirahat, cukup menggunakan alas dan selimut sudah cukup nyaman, sebagian memilih tidur di dalam mobil.

Hari ketiga merupakan hari terakhir perjalanan.Tujuan berikutnya adalah Pantai Jungwok, Wonosari. Namanya mirip artis Korea yah.. hehehe. Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Wediombo, namun lebih sepi. Kami start dari Wonogiri sekitar pukul 11.00 melewati waduk yang sangat terkenal di Wonogiri, Waduk Gajah Mungkur. Cuaca saat itu sangat panas dan menyengat, sehingga membuat salah satu Landy overheat di tengah jalan. Untuk meminimalisir waktu, akhirnya Landy tersebut ditarik menggunakan strap. Sampai juga di pemberhentian selanjutnya, di WarungBakso! Yeeeaayyy..!! Warung Bakso ini adalah milik kakak dari pak Eddy –salah satu anggota-  yang terletak di Wonosari. Makan siang berjalan lancar, saatnya mela
njutkan perjalanan ke Pantai Jungwok untuk melihat sunset. Perjalanan kembali ke Kota Jogja membutuhkan sekitar 2-3 jam dari PantaiJungwok. Nah, itulah cerita perjalanan akhir tahun JLRC dari kami. Selamat Tahun Baruuuuu…!!